PP Kanto`s Blog

Pengajian Profesional Wilayah Kanto, Jepang

Strategi Mendapatkan Hak Paten di Luar Negeri

Ditulis oleh Aisar Labibi Romas,S.T. *)

tempeApa yang Anda pikirkan ketika mendengar berita Tempe dipatenkan di Jepang? Atau Batik yang dipatenkan di Malaysia? Sebagian besar orang Indonesia tentunya akan merespon dengan jengkel, mengeluh negara lain mencontek ide dan orisinalitas dari bangsa Indonesia. Padahal, saya rasa ada yang keliru dengan apa yang kita persepsikan selama ini tentang hak paten.

Secara sederhana, hak paten berarti hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada perorangan atau organisasi untuk memanfaatkan suatu penemuan / invensi dalam kurun waktu tertentu. Dari definisi tersebut bisa diambil beberapa poin:

1. Hak paten diberikan oleh suatu negara, dan hanya berlaku di negara tersebut. Jadi bisa saja Tempe dipatenkan di Jepang, Australia, Nigeria, dsb, namun tidak akan berpengaruh apa-apa pada penjualan Tempe di Indonesia.

2. Siapa saja, baik perorangan atau organisasi berhak mendaftarkan paten dimanapun, termasuk di luar negeri, seperti Amerika, dan Eropa tanpa perlu tinggal di sana.

3. Syarat utama paten adalah adanya invensi, atau penemuan. Lalu, apa yang bisa ditemukan dari sebuah Tempe? Saya menemukan kurang lebih 30 paten berbeda terkait Tempe di Jepang, mulai dari variasi bahan, hingga cara pembuatan yang berbeda-beda.

4. Hak eksklusif pada paten dapat dimanfaatkan secara komersil. Misalnya, saya memiliki hak paten Tahu Isi Daging di Jepang, maka saya berhak menjual Tahu Isi Daging dengan leluasa di seantero Jepang. Ketika ada perusahaan lain mengeluarkan produk serupa, meski dengan nama yang berbeda, saya berhak menuntut mereka untuk membayar royalti atau bahkan menuntut pemerintah Jepang untuk melarang mereka menjual produk tersebut sama sekali.

Invensi, atau penemuan adalah syarat utama paten, namun tidak semua penemuan bisa dipatenkan. Ada tiga kriteria agar suatu penemuan memiliki nilai paten. Pertama, penemuan tersebut harus baru. Artinya, belum ada publikasi yang diketahui tentang penemuan itu, misal berupa artikel di majalah, jurnal ilmiah, website, atau berupa press conference dan sebagainya. Sesuatu yang baru, namun sudah pernah diperkenalkan kepada publik oleh orang lain tidak bisa dipatenkan.

Kedua, penemuan tersebut harus memiliki nilai tambah dibandingkan dengan barang atau cara yang sudah umum diketahui pada saat ini. Sesuatu yang baru, namun tidak memiliki nilai tambah dan mudah terpikirkan oleh orang lain tidak dapat dipatenkan, contoh: menggabungkan pensil dan pulpen ke dalam satu alat. Ketiga, penemuan tersebut harus mengacu pada hukum alam (law of nature). Penemuan yang tidak terbukti secara ilmiah tidak dapat dipatenkan, contoh: menemukan cara bermain kartu jenis baru.

Apakah sesulit itu mendapatkan hak paten di luar negeri? May be yes, may be no. Nyatanya, banyak penemuan yang berhasil dipatenkan itu saling berkaitan dengan penemuan-penemuan sebelumnya. Kasarnya, tidak harus menemukan sesuatu yang benar-benar baru dan orisinil untuk mendapatkan paten. Bisa juga dengan mempelajari apa yang orang lain kerjakan, menemukan kekurangan-kekurangannya untuk kemudian mencari ide dan cara yang baru yang bisa mengatasi kekurangan tersebut dan memberikan nilai tambah.

Dari mana mulainya? Pertama-tama, cobalah membaca aplikasi-aplikasi paten yang terkait dengan bidang Anda melalui situs pencarian (https://www.google.com/?tbm=pts). Pada dasarnya, aplikasi paten terdiri dari dua bagian utama: Klaim dan Deskripsi. Bagian Klaim memuat pasal-pasal pada suatu penemuan yang menjadi hak eksklusif dari pemilik paten, biasanya terdiri dari barang (device) atau cara (method). Pasal yang telah diklaim oleh satu paten, tidak dapat diklaim lagi di kemudian hari oleh paten lain. Sedangkan bagian Deskripsi memuat penjelasan detil tentang penemuan secara keseluruhan, termasuk pasal-pasal yang secara khusus diklaim sebagai paten, maupun pasal-pasal yang sudah terpublikasi atau terpatenkan sebelumnya.

Setelah mendapatkan gambaran bagaimana membuat aplikasi paten, mulailah mengeksplorasi ide-ide yang terbersit di benak Anda, baik yang bisa segera diwujudkan, maupun yang masih mengawang-awang. Banyak paten yang mengklaim sesuatu yang sebetulnya sulit terwujud secara riil di masanya, misalnya paten tentang komputer tablet sejenis Ipad sudah muncul sejak tahun 1994, dan bahkan paten tentang kemudi otomatis pada mobil sudah ada sebelum tahun 1990. Untuk mendapatkan paten, Anda tidak harus membuat barang, asalkan ide Anda dapat dibuktikan secara ilmiah bukan sesuatu yang impossible, Anda berhak mengklaimnya sebagai paten, dan mungkin mendapat royalti di kemudian hari ketika ide tersebut berhasil terwujud.

Terakhir, untuk mendaftarkan aplikasi paten, ada prosedur yang harus diikuti dan berbeda-beda tiap negara. Anda dapat menghubungi konsultan paten yang terpercaya, termasuk untuk membantu Anda menyusun aplikasi paten yang luwes dan berpeluang besar diterima. Prosedur pengecekan aplikasi paten bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tergantung tingkat kerumitan dan kepopuleran bidang penemuan Anda.

*) Penulis adalah lulusan Institut Teknologi Bandung, saat ini bekerja di Toshiba corp. divisi Corporate Manufacturing Engineering Center. Bidang keahliannya mencakup sistem kontrol robotik untuk proses manufakturing dengan ketelitian tinggi. Penulis dapat dihubungi melalu e-mail aisar.lr [at] gmail.com

Artikel ini direview oleh <M. Ashari Hadianto>

Referensi :

[1] Patent – Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Patent)

[2] Industrial Property Digital Library (IPDL) of Japan (http://www.ipdl.inpit.go.jp)

[3] How to Patent an Invention – WikiHow (http://www.wikihow.com/Patent-an-Invention)

Advertisements

One comment on “Strategi Mendapatkan Hak Paten di Luar Negeri

  1. aisar
    May 16, 2013

    Reblogged this on Aisar – La Renaissance.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 7, 2013 by in Artikel and tagged , , .